Minggu, 15 Juli 2012

Cinta...............

Satu kisah dimulai... Seorang gadiz nan canti jelita amat sangat memulai hari2 sperti biasany, brangkat ke kampus dg pakaian super trendy and super ketat yg membuat smua jantung lelaki b'degub kencang krna melihatny. Sebut sja nmanya Izzah, nma yg cantik sesuai dg parasny.
Bebrapa saat stelah dia masuk hlaman kampus, saat berjalan datanglah seorang cowox yg gagah atletis bak binaraga turun dari mobil Ferrari merah dg tenang menyapanya. Dia adlah Nazar pemuda tampan anak Konglomerat terkaya,
Nazar "Hi Izz, ada yg mau q ungkapkan pda mu, isi hati yg slma ini q pendam"
"Katakan saja" jawab Izzah sekenanya.
"aq tramat sngat mencintaimu, apapun akan q lakukan untukmu walaupun aq harus membeli sluruh isi kota ini untukmu tuk buktikan rasa cinta q pdamu" kata Nazar.
"Apa yg menyebabkan kau jatuh cinta pda q?" jawab Izzah
"Krna engkau sangat cantik dan tak ada gadis manapun yg mampu menyamainy" jwb nazar
Tpi Izzah menjawab lain "maaf, q msih ada jam kuliah jdi q hrus sgera msuk ke kelas" dan pemuda itu dia tinggalkan tanpa jwaban yg jelas.

Dua hari kmudian saat dia bru branjak dri kelas, datanglah seorang pemuda berkopyah yg trlihat sangat alim, entah betul2 alim atau hnya gayany yg sok alim, tiba2 menyapanya. Pemuda itu b'nama Faruq, "Assalamualaikum, ada yg ingin q katakan pdmu Izz"
"Waalaikum salam, silahkan"kta izzah
Faruq,"aq sangat mencintaimu dan aq ingin menikahimu"
"Knapa kau mencintai q? Tnya Izzh kmbli.
"Krna Allah" jwab Faruq dg mantabny.
Tiba2 Izzah brlari sambil berkata "Maaf q hrus sgera pergi krna aq sudah ditunggu oleh ayah q" dan Faruq pun hrus puas dg jawaban yg tidak jelas dri Izzah.

Seminggu kmudian saat di kampus, kmbali seorang pemuda yg tidak t'lalu tmpan dan tidak kaya pula datang mnemui Izzah, dia langsung b'kta pdny. "ada yg ingin q ktakan pdamu Izz" kta pmuda itu. 
"Pasti kau ingin berkata kalau kau mencintai aq krna aq cantik dan kau mencintai aq krna Allah" jwb Izz dg nada sinis.
"Tidak....!!!, Tidak....!!!!, aq tidak akan mengatakan krna itu aq mencintaimu" kta si pemuda smbil b'pling akan pergi.
"lalu? Krna apa?" Izzah balik b'tnya.
"Krna syeitan, krna dia aq slalu memikirkanmu dan slalu membayangkanmu. Krna dia pula aq slalu mnunggumu lewat tiap hari tuk mnikmati wajah cantikmu yg tk b'krudung. Dan krna dia pula aq slalu mngikutimu tuk mnikmati indahny lekuk bentuk tubuhmu ya slalu kau tutup dg pakaian ketat dan mini itu, maafkan aq Izz...? Jawa pmuda itu sambil brjalan menjauh mninggalkan gadis nan cantik jelita itu.
Saat bru b'jlan bbrpa langkah tiba2 Izzah kmbali memanggil kmbali si pemuda dan bertnya "hei, siapa namamu?" dan pmuda itu menjawab "apalah arti sbuah nma q bagi kau yg sangat catik ini, lebih baik kau tdk thu nma q agar aq bsa mlupakanmu walau sbetulnya q sangat mencintaimu...." jawab si pemuda sambil berlari mmbwa rasa sedih di htinya.

Beberapa tahun kmudian, di branda sbuah rumah. Seorang pmuda duduk smbil mnikmati indahny sinar mentari pgi di sapa oleh ibunya, "Hi Adi... Smpai brpa lama kau akan slalu mengingat gadis impianmu itu?? Aq ingin sgera mlihatmu mnikah..." kta si ibu,
"Entahlah bu, q msih blum mnemukan gadis seperti dia" jawab adi.
"Ibu telah memilihkan seorang gadis putri teman ibu dan kali ini kau harus ikut khitbah untuk menemuinya, jangan sperti yg kmrin2 kau mnolak gadis2 yg ibu jodohkan untukmu" kta si Ibu kmbli.
"Baiklah bu... Trserah ibu, kali ini aq ikut apa kata ibu saja, asal ibu senang...." jwab Adi brharap agar ibunya tdak marah pdanya.

Keesokan harinya, Adi dan ibunya brangkat mnuju kota mnemui tmanny. Saat sampai di rumah tmn ibunya dia sempat kaget krna rumah itu sangat megah, jauh sekali dg rumahny sendiri. Sang tuan rumah pun menyambut kdatangan Adi dan ibuny. Saat ibuny bersenda gurau dg tuan rumah, Adi minta izin untuk brjalan2 di hlaman rumah. Saat b'jln2 di hlaman rumah tiba2 dia mlihat seorang gadis yg memakai krudung dg pkaian sari yg sngat anggun b'jlan mnemuiny. "Kau psti Adi, putra dri teman ibu q khan?" tnya si gadis
" dan kau psti lupa siapa aq" tnya si gadis itu kmbli. Adi yg hnya trtegun keheranan hnya bisa mengangguk mlihat gadis secantik itu di hdapannya.
"aq Izzah, nma lengkap q Aisyah Izzatul Fardhah, munkin kau lupa tpi q b'hrap kau msih mngingat q..." kta si gadis
" aq tdak lupa, tpi aq sngat terkejut kau sngat brubah. Mulai dri pkaianmu dan smuanya jauh dri Izzah yg aq kenal dulu... Bgaimana bisa Izz?" tnya Adi
"entahlah, q jg tdk bsa menjwabny. Tpi q brubah stelah kita b'tmu dulu dan aq slalu b'doa smoga q di bri jodoh yng t'baik mnurut Allah dan Alhamdulillah t'nyata pemuda yg tlah lama q tunggu itu akhirnya datang, kau Adi..." dan mreka b'dua tersenyum mnikmati indahnya takdir yg akhirny p'tmukan kmbli di saat Khitbah trakhir bgi Adi ..... Barakallahu lakuma wa baroka alaikuma...


Cerita fiktif belaka, jika ada kesamaan tokoh dan nama dalam cerita ini hanya kebetulan belaka wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

Pedagang Tempe


Subhanallah... cerita ini dijamin sangat menarik untuk dibaca... mudah-mudahan menjadi pencerahan juga hikmah bagi saya dan pembaca umumnya...
Selamat mengikuti...

Sebuah desa bernama Desa nan sepi. Disitu ada seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Ia merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyambung hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.
 Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba tiba dia tersadar yang tempenya yang diperbuat dari kacang kedelai hari itu baru separuh jadi. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyatalah semuanya belum jadi.    Perempuan tua itu berasa amat sedih sebab tempe separuh jadi pasti tidak akan laku dan tiadalah rezekinya pada hari itu. Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang kuat beribadah teringat akan firman Allah yang menyatakan bahawa Allah dapat melakukan perkara-perkara ajaib,bahwa bagiNya tiada yang mustahil. Lalu diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa , "Ya Allah , aku memohon kepadaMu agar kacang kedelai ini menjadi tempe. Amin"    Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahawa Allah pasti mengabulkan doanya.
 Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan ujung jarinya dan dia pun membuka sikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Namun, dia termenung seketika sebab kacang tu masih tetap kacang kedelai.    Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Allah. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya semula dan berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu bahawa tiada yang mustahil bagiMu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe karena inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe, Amin". Dengan penuh harapan dan debaran dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan tu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan heran karena tempenya masih tetap begitu!! Sementara itu hari pun semakin meninggi sudah tentu pasar sudah mula didatangi orang ramai. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Walau bagaimanapun kerana keyakinannya yg sangat tinggi dia berenca untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu.
 Perempuan tua itu pun berserah pada Tuhan dan meneruskan bepergian ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar kesemua tempenya akan jadi.    Dia berfikir mungkin keajaiban Allah akan terjadi dalam perjalanannya ke pasar. Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. "Ya Allah, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju ke pasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini. Amin". Lalu dia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya. Sesampai di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin yang tempenya sekarang mesti sudah jadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada.    Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih setengah jadi!! Dia lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mula merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Allah karena doanya tidak dikabulkan. Dia berasakan Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya puncak rezekinya, hasil jualan tempe.
 Dia akhirnya cuma duduk sahaja tanpa memamerkan barang jualannya sebab dia berasakan bahwa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh menjadi. Sementara itu hari pun semakin petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mula kurang.    Dia meninjau-ninjau kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahawa hari ini tiada hasil jualan yang boleh dibawa pulang. Namun jauh di sudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahawa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat kali terakhir, "Ya Allah,berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang setengah ini."    Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita. "Maaf ya, saya ingin bertanya, Apakah Ibu menjual tempe yang belum menjadi? Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum menemukannya." Dia termenung dan terkejut seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum menjadi. Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya"Ya Allah, saat ini aku tidak mahu tempe ini menjadi lagi. Biarlah tempe ini seperti semula, Amin".    Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah senangnya dia, ternyata memang benar tempenya masih setengah jadi! Dia pun rasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Allah. Wanita itu pun memborong habis kesemua tempenya yang setengah jadi itu. Sebelum wanita tu pergi, dia sempat bertanya wanita itu, "Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?" Wanita itu menerangkan bahawa anaknya yang kini berada di Inggris ingin makan tempe dari desa. Melihat tempe itu akan dikirimkan ke Inggris, si ibu tadi harus membeli tempe yang setengah jadi supaya apabila sampai di Inggris nanti akan menjadi tempe yang jadi dan sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, nanti di sana tempe itu sudah tidak baik lagi dan rasanya pun kurang sedap.



Subhanallah walhamdulillah....
Apa hikmah yang sohib sekalian dapatkan ???
Dalam hal ini Allah mendidik penjual tempe  bahwa Allah bukan objek dari doa. Allah bukanlah Dzat yang bisa diperintahkan / dipaksa untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang lemah. Dengan kemaha-tahuannya, Allah memberikan yang lebih baik dari perkiraan sang hamba, sesuai denga rancangan-Nya. Janganlah berputus asa terhadap Allah yang rezekimu ada di tangan-Nya. Penuhi hak-hak Allah darimu dengan berusaha dan berdoa, selebihnya, biarlah Allah yang memilihkan yang terbaik untukmu.    Sungguh, hikmah dari Allah terserak di mana-mana, bahkan penjual tempe mendapatkannya.